Bupati Buol, Amran Batalipu, tiba di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan tangan terborgol. Tersangka dugaan suap tersebut tertunduk tanpa berkata apapun.
Pantauan detikcom, Jumat (6/7/2012) Amran tiba di KPK Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan pukul 20.45 WIB. Saat keluar dari mobil tahanan KPK jenis mini van bernopol B 7773 QK, kedua tangan Amran terlihat mengenakan sarung tangan putih dan terborgol, serta mengenakan rompi antipeluru, berkemeja lengan putih, dan bercelana bahan warna hitam.
Tiba di KPK, orang nomor satu di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah itu tertunduk dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Amran juga bakal langsung ditahan di Rutan KPK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amran sebenarnya berhasil ditangkap KPK pada Selasa (26/6) lalu setelah kedapatan tengah akan menyuap uang dalam jumlah miliaran rupiah. Dalam penggerebekan itu, Amran yang dilindungi para pengawalnya, berhasil meloloskan diri dari sergapan penyidik KPK. Namun akhirnya Amran berhasil juga ditangkap. KPK menangkap Amran hari ini di rumahnya.
Uang yang diduga untuk menyuap itu, diberikan terkait HGU Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Buol. Hardaya Inti Plantation merupakan perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit.
(rmd/nwk)










































