Keluarga Yo Ribut (63) sudah lama menggeluti usaha dagang siomay. Makanan yang terbuat dari ikan tenggiri hasil racikan keluarga Yo Ribut dikenal banyak orang karena rasanya yang gurih dan teksturnya yang kenyal namun tidak alot. Siomay Andy, begitulah mereka memberi nama warung tersebut.
Warung Siomay Andy yang lebih dikenal dengan Siomay Sewan ini berlokasi di Gang Sewan, Rawakucing, Neglasari, Kota Tangerang. Dari Jalan Raya Rawakucing, lokasinya sekitar 100 meter. Di tempat ini, Yo Ribut bersama sang istri, Liesek Nio (58), dan anak-anaknya mencari rezeki. Beberapa tetangga turut membantu usaha itu. Aktivitas ini berlangsung sejak lama hingga Kamis kemarin. Sebab hari ini, Jumat (6/7/2012) sang pasutri tewas dibunuh.
Tidak mudah memang menemukan lokasi warung ini. Namun bagi yang sudah tahu daerah Kota Tangerang, tentu bukan masalah. Nah, di Gang Sewan itu, keluarga Yo Ribut bukan satu-satunya pedagang siomay. Ada beberapa pedagang siomay lainnya di situ.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siomay diracik di dalam ruangan. Di ruangan itu terdapat tempat untuk menggiling daging, kompor, piring, tempat kecap, dan tempat untuk mencuci piring.
Bagi pengunjung yang ingin menikmati gurihnya siomay dengan bumbu kacang yang kental dan legit, bisa duduk di kursi semen dan kursi kayu yang telah disediakan. Di tempat itu ada 11 meja yang disiapkan untuk para pengunjung.
Di tempat makan, lantai ruangan adalah keramik lama warna kuning. Tempat itu adalah ruangan beratap, seperti teras. Kipas angin kecil dipasang di salah satu sudut langit-langit. Ada ornamen tulisan China di pintu masuk. Kaca cembung kecil di pasang di ventilasi di luar warung.
Di depan warung terdapat WC dengan cat dinding bercat biru untuk para pengunjung. Tulisan dengan huruf bercat kuning terdapat di dinding luar WC yang berisi informasi operasional warung. "Siomay Andy. Hari Senin tutup, kecuali senin libur buka terus....! Buka jam: 08.00 s/d 19.00 WIB." Sedangkan di sebelah kiri informasi itu terdapat tulisan WC umum dan tanda panah warna kuning.
Warung itu memiliki nomor bangunan 50, sedangkan rumah pemilik warung bernomor 49. Kawat berduri dipasang mengelilingi tembok yang dipasang di sekitar rumah dan warung. Dua pohon ukuran sedang berada di halaman yang telah dipasangi paving block. Halaman itu sanggup menampung sekitar 18 mobil.
Menurut Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Wahyu Widada, pembunuhan pada pasangan suami istri itu terjadi sekitar 04.30 WIB. Menurut Wahyu, korban meninggal akibat luka di kepala dihantam dengan serok yang terbuat dari besi.
Informasi yang dihimpun wartawan, pelaku pembunuhan diduga anak ketiga pasutri ini, Budi Liya Putra. Pria itu lahir pada tahun 1980.
(/nrl)











































