Dalam acara diskusi bertajuk 'Korupsi Alquran Penanda Moral yang Rusak Parah' di DPD RI, peneliti ICW Ade Irawan menerangkan, kasus dugaan korupsi pembahasan anggaran pengadaan Alquran yang melibatkan anggota DPR cukup mengagetkan. Sebab menandakan adanya kebobrokan moral di kalangan orang-orang yang paham agama.
"Dana Alquran dari APBNP 2011, APBNP 2012 dan dalam kasus korupsi anggaran yang dikorupsi dana APBNP, karena nggak ada yang mengawasi. Waktunya cepat dan terburu-buru," terang Ade dalam diskusi tersebut, Jumat (6/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian anggaran ada jadi politisi bisa dan pengusaha lobi politisi dan politisi bisa merayu elite kementerian," curiga Ade.
Dengan korupsi ini, tentunya ada dampak yang bisa ditimbulkan, yakni harga Alquran itu dimark-up dan kemungkinan penurunan kualitas kitab suci itu sendiri.
"Dalam kasus politik ini ujungnya nggak ke kantong pribadi. Tapi lari ke partai politik," katanya sambil menegaskan bahwa penegak hukum perlu terus melakukan pengusutan.
(mad/nrl)










































