"Sesuai data yang ada, pesawatnya (yang ditawarkan) rata-rata sudah 18 ribu jam terbang. Setelah 20 ribu jam terbangnya itu akan dinolkan lagi, perlu biaya tambahan," kata Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, usai rapat bersama Komisi I di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (4/7/2012).
Sjafrie menjelaskan harga satu unit pesawat bekas tersebut mencapai USD 15 juta, setara dengan biaya servis pesawat yang dihibahkan Australia. "Jadi kalau beli akan ada dua kali pembiayaan," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Australia menawarkan 6 buah pesawat seharga USD 90 juta, jadi USD 15 juta per unit. Ya podo wae toh, sama aja. Sudah enggak usah hibah mending beli," ujar Tubagus.
(fdn/tor)











































