"Saya bersyukur karena keterangan yang saya sampaikan minggu lalu dinilai bermakna, didengar. Saya membaca keterangan dari jubir KPK bahwa keterangan saya akan segera ditindaklanjuti lebih jauh," ujar Anas sebelum diperiksa KPK di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (4/7/2012).
Dalam pemeriksaan hari ini, Anas mengenakan batik coklat. Anas disambut oleh rekannya di PD yaitu Andi Nurpatti, I Gede Pasek Suardika, dan Denny Kailimang.
Menurut mantan anggota KPU itu, keterangannya pada pemeriksaan minggu lalu akan diperiksa KPK untuk menelusuri lebih jauh kasus Hambalang.
"Keterangan saya akan diperiksa KPK untuk menelusuri lebih jauh atas kasus yang disebut Hambalang," kata dia.
Nama Anas di kasus Hambalang ini, awalnya muncul dari Nazaruddin. Mantan bendahara umum PD ini 'bernyanyi' Anas ikut terlibat di proyek pembangunan sarana olahraga di Bogor ini. Uang proyek Hambalang disebut Nazaruddin mengalir untuk Kongres PD di Bandung pada 2010 yang dimenangi Anas.
Kemudian politikus PD Ignatius Mulyono yang menyebut Anas pernah memintanya membantu mengurus sertifikat Hambalang ke BPN. Ignatius adalah anggota Komisi II yang juga mitra BPN.
Anas sudah membantah menerima aliran dana yang dituduhan. Dia bahkan bersumpah tidak menerima satu rupiah pun dari proyek Hambalang. Untuk membuktikannya, Anas bahkan menyatakan siap digantung di Monas.
(nwy/nrl)











































