Dahlan Iskan Beri Ceramah Ulama MUI Soal Perusahaan Negara

Dahlan Iskan Beri Ceramah Ulama MUI Soal Perusahaan Negara

Nala Edwin - detikNews
Sabtu, 30 Jun 2012 00:08 WIB
Tasikmalaya, -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan memberikan ceramah mengenai perusahaan negara di hadapan ratusan ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dahlan menjelaskan peran strategis perusahaan negara untuk kemajuan bangsa.

"Pada ceramah ini saya ingin menyampaikan mengapa negara memiliki perusahaan negara," kata Dahlan di hadapan ratusan ulama MUI yang hadir dalam acara ijtima' Ulama Komisi Fatwa MUI ke-IV di Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (29/6/2012).

Dahlan mengatakan fungsi pertama perusahaan negara adalah untuk ketahanan nasional. Sebab itulah kementerian yang dipimpinnya memiliki perusahaan-perusahaan yang membuat berbagai senjata seperti pembuatan tank dan peluru. "Namun ketahanan nasional juga harus dibarengi dengan ketahanan pangan," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketahanan pangan sangat penting karena kekurangan pangan akan mengancam ketahanan nasional. Untuk itulah perusahaan negara harus ikut berperan dalam meningkatkan ketahanan pangan. "Perusahaan negara harus ikut berperan di sini," katanya.

Dahlan mengatakan, telah melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan ketahanan pangan, misalnya saja meminta Bulog untuk meningkatkan pengumpulan beras dari petani. Selain itu, meminta pabrik gula meningkatkan terus produksinya.

"Kita berharap produksi gula terus meningkat," katanya.

Dalam bidang ketahanan pangan, Dahlan juga akan mencoba meningkatkan peternakan sapi. Caranya adalah dengan meminta perusahaan negara yang bergerak di bidang kelapa sawit untuk beternak sapi. Hal ini karena daun sawit bisa digunakan untuk pakan sapi.

"Tahun lalu kita mengimpor 350 ribu sapi dan ini agak memalukan untuk negara agraris, untuk itu kita minta perusahaan negara menangani peternakan sapi," katanya.

Dahlan mengatakan, pemerintah juga akan mencetak lahan persawahan baru di kawasan Kalimatan. Persawahan baru ini untuk mengganti sawah-sawah yang habis untuk pemukiman dan kawasan industri. "100 ribu hektar sawah baru akan kita buat di Kalimantan Timur," katanya.

Dahlan menjelaskan, fungsi kedua dari perusahaan negara adalah untuk menciptakan lokomotif ekonomi di Indonesia. Untuk itulah bidang-bidang ekonomi yang belum bisa ditangani perusahaan swasta harus ditangani perusahaan negara. Misalnya saja pelabuhan, bandara dan jalan tol. "Kalau tidak nanti perekonomian tidak bisa jalan," ungkapnya.

Fungsi terakhir dari perusahaan negara adalah untuk kebangaan nasional. Pada tahap ini perusahan negara harus bisa menjadi perusahaan yang bisa dibanggakan dan bisa bersaing di tingkat internasional.

"Saat ini ada 6 perusahaan yang menjadi perusahaan tingkat dunia," katanya.

(nal/fdn)


Berita Terkait