Aksi sweeping ini menyebabkan polisi dan satpam gedung dewan kerepotan. Tidak hanya mensweeping tiap ruang, petani juga menangis histeris di ruang anggota dewan dan menolak untuk keluar.
Seorang ibu Irma Sitorus (34) yang menggendong anaknya berusia sekitar 3 tahun, Jogi, memilih duduk di lantai ruang anggota dewan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Irma akhirnya bersedia keluar ruang dewan setelah dibujuk petani lainnya. Pendamping petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Torang Jaya Mandiri (KTTJM), Sugianto mengatakan, petani ingin bertemu anggota dewan. Tetapi tidak ada yang bersedia menerima. Sejumlah anggota DPRD yang terlihat, hanya hilir mudik tanpa memberikan respon.
"Petani jadi marah karena tidak ada anggota dewan yang menanggapi aspirasi petani. Itu pemicunya petani melakukan sweeping," sebut Sugianto.
Aksi mogok makan dan jahit mulut petani kecamatan Barumun Tengah, kabupaten Padang Lawas, merupakan buntut penyerobotan lahan oleh PT. Sumatera Riang Lestari (SRL) dan PT. Sumatera Silva Lestari (SSL) seluas 1.500 hektar.
Petani bersikeras lahan tersebut milik petani berdasarkan surat camat setempat yang dikeluarkan tahun 2004 lalu. Sementara dua perusahaan mengklaim lahan tersebut merupakan bagian konsesi yang diterbitkan tahun 2008 lalu.
(rul/try)











































