Hari ini, Selasa (26/6/2012), di Legian Bali, mulai digelar International Symposium in Ensuring Protection for Genetic Resources, Traditional Knowledge, and Traditional Cultural Expressions/Foklore (GRTKTCE/F) trough the Creation of Database (26/6) dan The Third Like Minded Countries Meeting (LMCM) on the Protection of GRTKTCE/F (27-29/6). Acara ini berada di dalam kerangka pertemuan International Governmental Committe World Intellectual Property Organization (IGC WIPO).
Dalam rilis yang diterima detikcom, Simposium hari ini bertujuan menggandeng berbagai pihak untuk menyadari betapa pentingnya setiap negara memiliki data base yang komprehensif mengenai asal usul kebudayaannya. Aset GRTKTCE/F dipandang tidak hanya merupakan identitas, namun juga memiliki potensi ekonomi yang tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara sesi kedua akan membahas tentang Pembuatan database sebagai alat untuk melindungi aset GRTKTCE/F nasional. Materi ini akan disampaikan oleh Director of Traditional Knowledge Digital Library, India, VK Gupta; Manager Innovation and Access to Knowlegde Programme, South Centre, Viviana Munch Telles; dan Direktur Perjanjian Ekonomi, Sosial, dan Budaya, Kemlu, Bebeb A.K.N Djundjunan.
(gah/gah)










































