Kepolisian resort Jakarta Utara menerjunkan 1.353 personel untuk mengamankan Pilkada DKI Jakarta. Aparat kepolisian bakal disebar di 2.585 tempat pemungutan suara di Jakarta Utara.
"Sesuai jadwal untuk pengamanan TPS, kita H-1 sudah ada di TPS. Untuk anggota pengawal TPS bersosialiasi, pengenalan, melakukan analisa potensi ancaman, sebagai tindakan deteksi dini," kata Kapolres Jakarta Utara, Kombes Pol Muhammad Iqbal, ketika dihubungi wartawan, Jumat (22/6/2012).
Iqbal menjelaskan setiap lima TPS akan dijaga oleh satu anggota dan disebut pola aman. Sedangkan pola rawan satu adalah menempatkan empat anggota di dua TPS, pola rawan dua adalah menempatkan empat anggota di satu TPS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polres Jakarta Utara bekerja sama dengan TNI dan 5.174 anggota Linmas untuk mengamankan pesta demokrasi yang dihadiri 1.165.078 pemilih di Jakarta Utara.
"Kita jaga ada standby force di sini (Mapolres Jakarta Utara), dari Polda, Polres, dan TNI," ujar Iqbal.
Iqbal mengaku anggotanya telah siap untuk berbagai situasi yang mungkin terjadi saat Pilkada. Namun, ia meyakini pelaksanaan Pilkada di Jakarta Utara akan tetap aman.
"Kita sudah melaksanakn mapping, ketika ada situasi genting kita sudah ada protapnya. Tapi kita tetap yakin masyarakat siap mensukseskan," kata Iqbal.
Operasi pengamanan Pilkada yang disebut 'Mantap Praja 2012' tersebut sudah dilaksanakan sejak 11 Mei 2012. Kepolisian Jakarta Utara telah melakukan pendekatan preventif dan berdialog dengan masyarakat untuk mensukseskan Pilkada di Jakarta Utara.
"Kita melaksanakan pengamanan sejak kemarin, preventif, melakukan pendekatan dengan semua elemen masyarakat. Dengan keliling kita sampaikan pesan tolong bantu, terlebih kita menyambut Pilkada," ujar Iqbal.
(vid/aan)











































