Ketua LSF Marah Dituduh Sensor Tergantung Fulus
Jumat, 20 Agu 2004 17:50 WIB
Jakarta - Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Titie Said mengaku marah terhadap tuduhan bahwa lembaganya menyensor berdasarkan fulus yang ditawarkan. Dia menegaskan, lembaganya bersih dari praktek haram semacam itu."Saya marah sekali atas tuduhan-tuduhan rumor. Saya tidak mau menangapi rumor semacam ini," tegas Titie di kantor Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar), Jl.Medan Merdeka Barat, Jakpus, Jumat (20/8/2004).Sebelumnya seorang sutradara kondang menceritakan bahwa sensor bisa diatur tergantung besar kecilnya amplop. "Sejak adanya reaksi masyarakat, kami selalu mengkomunikasikan kembali kepada masayarakat. Jangan dikira kami tidak belajar dari pengalaman pahit ini. Saya tidak ingin persoalan ini akan membunuh perfilman Indonesia," sambung Titie."Saya tidak suka LSF dikatakan menerima upeti. Kami tidak menerima apa pun juga. Kami memberi keterbukaan. Kalau ingin sensor kepada TV, jangan memakai alasan kejar tayang. Karena kalau perlu kami buka satu minggu," tegasnya.Sedangkan Menteri Budpar I Gede Ardika menolak berkomentar. "Untuk rumor saya tidak bisa komentar. Tapi kerja LSF yang saya lihat, itu sangat luar biasa," pujinya.
(nrl/)











































