Timwas Century: Kejar Aset Century di Dalam dan Luar Negeri

Timwas Century: Kejar Aset Century di Dalam dan Luar Negeri

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Kamis, 21 Jun 2012 08:25 WIB
Timwas Century: Kejar Aset Century di Dalam dan Luar Negeri
Jakarta - Wakil Jaksa Agung Darmono mengungkap temuan aset Bank Century Rp 6 triliun di luar negeri. Timwas mendesak tim pengejar aset Century mengejar aset baik di dalam dan di luar negeri.

"Tim pemburu aset yang dipimpin Menkumham harus menambah kecepatan kerjanya. Kita mengapresiasi atas hasil yang dicapai, tapi itu belum cukup, karena jika Rp 3,5 triliun itu kita bisa segera tarik kembali, maka akan sangat membantu financial recovery Bank Century, terutama nasabah-nasabah Antaboga. Jika aset itu kita bisa tarik balik, nasabah antaboga itu bisa diselesaikan,"kata anggota Timwas Century, Achsanul Qosasi, kepada detikcom, Kamis (21/6/2012).

Tim pemburu aset Century memang harus bekerja keras. Terutama karena sebagian besar aset yang sudah ditemukan belum bisa ditarik ke Indonesia.

"Tentunya kesungguhan tim pemburu aset untuk terus berusaha sekuat tanaga dan tiada henti berkordinasi dengan negara-negara tersebut, termasuk MLA (Mutual Legal Asistance) yang masih tarik ulur," paparnya.

Sementara anggota Timwas Century Fahri Hamzah menilai pemerintah sampai hari ini belum pernah mengajukan rencana strategis asset recovery. Dia mengusulkan agar pengejaran aset juga dilakukan di dalam negeri.

"Kini Pak Amir fokus ke Hongkong dan Swiss padahal itu masih jauh dan tidak jelas. Yang di depan mata hasil sitaan dan sengketa belum jelas padahal dari kasus Antaboga saja BPK mengidentifikasi banyak aset yang bisa disita dan dibalikin ke nasabah yang dirugikan. Jadi, saya hanya usulkan cara kerja bertahap, jangan ngomong luar negeri kalau yang dalam negeri nggak selesai," usulnya.

Apalagi semakin sulit luar negeri mengembalikan aset ke Indonesia. Karena situasi ekonomi yang tidak menentu. "Emangnya dalam krisis ekonomi sekarang mudah negara asing balikin aset ke kita? Mustahil, padahal kita sudah habis puluhan juta dolar untuk bayar lawyer,"kritiknya.

(van/fdn)


Berita Terkait