Penusukan Sopir Mikrolet di Stasiun Klender Dipicu Cinta Segitiga

Penusukan Sopir Mikrolet di Stasiun Klender Dipicu Cinta Segitiga

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Sabtu, 16 Jun 2012 14:37 WIB
Penusukan Sopir Mikrolet di Stasiun Klender Dipicu Cinta Segitiga
Jakarta - Hati-hati dengan cinta karena cinta bisa membuat seseorang nekat dan kalap. Ahmad Sofian alias Dongkrak (20) misalnya, tega menusuk Rian si sopir mikrolet M 27 (Kampung Melayu - Pulogadung) lantaran cintanya pada seorang perempuan. Dongkrak menghabisi nyawa Rian karena cemburu akibat terlibat cinta segitiga.

"Motifnya hanya karena cinta segitiga, pelaku cemburu melihat pacarnya memakai baju korban. Pelaku tidak suka, membakar baju korban," ujar Kanit Reskrim Polsek Pulogadung, AKP Doni Widodo, saat ditemui wartawan, di Mapolsek Pulogadung, Jakarta Timur, Sabtu (16/6/2012).

Doni menjelaskan pelaku dan korban mencintai perempuan yang sama. Namun perempuan tersebut lebih menyukai korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Si korban sama pelaku punya satu cewek, ceweknya lebih senang sama korban. Sementara cewek itu juga pacaran sama pelaku karena duitnya lebih banyak dari korban," imbuhnya.

Doni mengatakan dari lokasi kejadian disita sebuah samurai yang diduga milik korban dan pisau dapur, untuk kepentingan penyidik. "Sebuah pisau dapur yang didapat dari tangan pelaku dan samurai di lokasi kejadian," lanjutnya.

Doni menjelaskan jenazah Rian saat ini telah dibawa ke RSCM untuk diautopsi guna keperluan penyidikan. Hingga saat ini belum ada dari pihak keluarga yang menjenguk jenazah korban.

"Jenazah korban meninggal dibawa ke RSCM, keluarga korban untuk saat ini belum ada yg datang. Alamat lengkap korban belum diketahui karena KTP-nya tidak ada," ucap Doni.

Dongkrak telah ditangkap di Cikarang oleh polisi, 2 jam setelah membunuh Rian. Dia dijerat pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Dia terancam hukuman kurungan penjara 7 tahun.

Sebelumnya diberitakan Rian ditemukan tewas dengan sejumlah luka tusukan di tubuhnya. Jenazahnya ditemukan di depan Stasiun Klender, Pulogadung, Jakarta Timur. Sejumlah saksi telah diperiksa terkait peristiwa itu.

(/asp)


Berita Terkait