"Itulah pesan moralnya, kalau sudah merasa tidak welcome dengan garis politik bersih, santun dan cerdas, atau mengganggu konstelasi partai sebaiknya mengundurkan diri," kata Jafar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (15/6/2012).
Menurut Jafar, pidato SBY tidak hanya berlaku bagi kader yang sudah terkena kasus korupsi, tapi juga kader yang tersangkut atau kerap disebut. Namun, dia menambahkan, partai masih perlu mengkaji keterangan dari kader yang bersangkutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai ketidakhadiran Anas dalam pertemuan pendiri partai, Jafar tidak melihat hal itu sebagai sesuatu yang bisa diartikan sebagai perpecahan di tubuh PD. "Itu biasa saja, mungkin ada agenda lain," imbuhnya.
Seperti diketahui dalam pidatonya di acara perteman pendiri dan deklarator PD di Hotel Sahid, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (13/6) malam, SBY menyindir kader yang terlibat kasus korupsi. Menurutnya, daripada membebani partai, lebih baik mereka mundur.
"Komitmen saya tetap, garis politik saya tetap, yaitu kita harus menjalankan politik yang cerdas, yang bersih dan santun. Garis politik ini juga yang saya gunakan untuk menjalankan negara. Garis politik seperti ini pula yang harus dijalankan Demokrat. Bagi kader Demokrat yang tidak bersedia melakukan seperti yang saya minta, daripada memalukan ke depannya, lebih baik mundur," kata SBY.
(tor/ega)











































