Hal tersebut terungkap dalam salah satu data yang berasal dari laptop yang ada di sekretariat Banggar. Laptop itu disita KPK setelah dilakukan penggeledahan di sejumlah ruang Banggar pada 10 Februari silam.
Dalam inventaris mengenai rencana pembagian DPID untuk daerah-daerah tahun anggaran 2011 itu, tertera daftar 524 daerah calon penerima. Uniknya dalam list tersebut, setiap daerahnya sudah diberi kode-kode dan warna-warna tertentu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa makna kode-kode itu belum diketahui. Apakah kode itu untuk mempermudah ataukah bermakna lain tidak jelas. Pastinya hanya pihak di Banggar saja yang tahu.
Namun, sumber detikcom yang telah mendapat penjelasan mengenai data tersebut mengatakan, kode-kode itu merupakan inisial dari partai-partai yang ada di Banggar. Sedangkan P1-P4 merupakan kode untuk pimpinan Banggar. Tapi apakah
"Cara kerjanya ya calon daerah penerima diminta untuk menghubungi orang-orang di Banggar, sesuai dengan tanda-tanda itu," ujar sumber tersebut.
Mengenai permainan di Banggar ini sudah menjadi sorotan sejak lama. Apalagi setelah ada kasus suap dana PPID di Kemenakertrans dan dana DPID yang menjerat anggota Banggar Wa Ode Nurhayati. Empat pimpinan Banggar sudah pernah diperiksa KPK dalam dua kasus tersebut. Mereka telah membantah adanya permainan di lembaga yang mereka pimpin.
"Tidak ada itu. Saya hanya menjelaskan soal Wa Ode saja. Masalah pembahasan APBN belajar daerahnya gimana," tutur salah satu pimpinan Banggar, Mirwan Amir usai menjalani pemeriksaan selama 4,5 jam di Kantor KPK, Jl Rasuna Said, Jaksel, Selasa (5/4/2012) silam.
(fjp/ndr)











































