"Seharusnya Panwaslu dong yang teriak, masa rekan-rekan wartawan bisa tahu, masa Panwaslu nggak tahu. Ini seharusnya rekan-rekan panwasda yang paling pertama, meneriakkan hal ini," kata Hidayat di kediamannya, Jl Kemang Selatan IXV, Rt 11/Rw 02, Kelurahan Bangka, Jakarta Selatan, Selasa (12/6/2012).
Politisi PKS ini menilai, Panswaslu DKI Jakarta harus membuat rambu-rambu yang jelas soal iklan, kampanye dan sosialisasi calon. Jangan sampai ada dualisme aturan yang bisa menimbulkan rasa ketidakadilan bagi calon lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan pula nanti rekan-rekan Panwas nanti yang di sana boleh di sini nggak boleh. Sehingga seluruh peserta bisa mencari rujukan untuk bagaimana kita menyelenggarakan kampanye dengan cara benar," sambungnya.
Sebelumnya pembaca detikcom, Dirgayuza Setiawan, mengaku kaget saat melihat sebuah iklan di bioskop sebelum film dimulai. Iklan itu menampilkan keberhasilan program-program Pemprov DKI Jakarta yang disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.
Namun, Pemprov DKI menilai tidak ada yang salah dalam penayangan iklan itu. Kepala Bidang Informasi Publik Pemprov DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia, menjelaskan iklan itu bertujuan untuk mensosialisasikan program Pemprov DKI dan merayakan HUT DKI Jakarta.
Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta sendiri menunggu aduan masyarakat serta bukti untuk mengkaji iklan itu.
(mad/nrl)










































