Aparat Subdit Resmob Polda Metro Jaya membekuk komplotan perampas mobil Honda CRV milik pengusaha butik, Andes (25) di Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, April 2012 lalu. Lima tersangka dibekuk, satu di antaranya tewas ditembak polisi.
"Tersangka Haryanto alias Anto berupaya melawan petugas dan melarikan diri sehingga kita lumpuhkan dengan dua kali tembakan dan tersangka tewas dalam perjalanan ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur," jelas Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (12/6/2012).
Kelima tersangka ditangkap Senin (11/6) di Cijantung, Jakarta Timur. Kelima tersangka yakni debt collector Haryanto alias Anto (tewas), koordinator instruktur fitness Bimo Haryoto, seorang preman bernama Yadi Bambang Lesmana alias Yadi BL serta dua penadah bernama Rama utomo Fahruroji alias Ayung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari para tersangka, petugas menyita barang bukti berupa 1 unit mobil CRV warna putih bernopol B 910 PUT yang sudah diubah dari nopol asli, 1 pucuk senjata api rakitan jenis FN, notebook Apple, 1 unit iPad 2 dan 2 unit BlackBerry serta uang tunai Rp 10 juta.
Peristiwa terjadi pada Kamis (26/4) malam lalu. Saat itu, korban Andes bersama pacarnya Irvan Ardiansyah makan malam di kaki lima Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Korban saat itu diikuti oleh salah seorang pelaku yang turun dari mobil Toyota Avanza. Saat itu, pelaku berjumlah 6 orang.
"Mereka sasarannya di tempat makan sama mirip di Benhil. Begitu ada korban yang pakai mobil di TKP, lalu diikutin, makan di mana," katanya.
Sementara satu pelaku menghampiri korban dan berpura-pura meminjam korek api. Sementara lainnya menunggu di mobil Avanza.
"Setelah sampai menodong dan mengaku petugas narkoba Polda Metro, lalu pelaku menggeledah dashboard dan sebagainya," katanya.
Empat pelaku kemudian masuk ke mobil korban dan menyuruh korban mengikuti tersangka. Lalu di jalan korban diminta menyerahkan semua harta bendanya.
"Setelah berhasil mengambil korban, lalu dibuang di pintu tol Bogor, lalu dilakban kaki, tangan semuanya, kedua korban dilempar di gunung putri, Bogor," tutupnya.
(mei/mok)










































