"Itu ya tidak fairnya dari survei itu karena pernyataan seseorang itu tidak mutlak. Sama seperti orang memilih yes or no. Pada waktu ditanya lembaga apa, tidak ada kriterianya. Maksudnya terkorup apa, itu kelemahan survei," kata Jafar kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/6/2012).
Menurut Jafar, survei tersebut tidak clear menyebutkan pertanyaan yang diajukan kepada responden dan kasus apa yang dimaksud dalam pertanyaannya tersebut. Menurutnya, tidak semua anggota DPR korup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Jafar, semestinya survei dilakukan untuk mendidik rakyat. Bukan untuk mendiskreditkan lembaga tertentu.
"Karena caranya sudah bisa subjektif itu bisa iya bisa tidak. Ini menyedihkan ada pembodohan terhadap khalayak," tandasnya.
(van/rmd)











































