Upaya pengumpulan dana hingga pemberian bonus yang dilakukan Koperasi Langit Biru (KLB) awalnya berjalan lancar. Goncangan terjadi di tubuh KLB setelah ditinggal sang direktur utama, Haji Jaya Komara ke Pakistan selama 2 pekan.
"Ustadz Jaya ke Pakistan tidak lama, sekitar 2 pekan saja, sekitar bulan September atau Oktober 2011, saya lupa tepatnya. Sejak itulah KLB mengalami goncangan," ujar Sartono, salah satu investor KLB kepada detikcom, Senin (11/6/2012).
Menurut Sartono, Komara saat itu pergi ke Pakistan bersama Iwan. Iwan adalah orang kepercayaan Komara untuk mengelola air syafa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi saya sendiri tidak tahu apa tujuan Ustad Jaya ke sana, mungkin mau ngembangin KLB, cari investor apa gimana saya kurang paham," jelasnya.
Sejak saat itu, KLB mulai mengalami goncangan. Ketidakberesan dalam manajemen KLB mulai tampak dari pembagian bonus kepada investor.
"Mulai saat itu sudah kelihatan goncang. Produk yang kualitasnya kurang bagus dimasukkan, segala macam seperti kecap tetek bengek dimasukkan. Produk yang tidak sesuai harga dan kualitasnya dimasukkan," paparnya.
Sartono menduga, penyebab ketidakberesan itu adalah ketidakmampuan manajemen dalam mengelola KLB. Manajemen dianggap tidak mampu mengelola keuangan KLB.
"Harusnya kan uang itu masuk ke ustadz, aturannya seperti itu. Cuma bagaimana mekanismenya, saya sendiri tidak tahu karena saya hanya investor," kata dia.
Sejak saat itu pula, KLB mengalami keterlambatan pencairan bonus para investor. Puncaknya, Februari 2012 banyak investor yang merasa dirugikan atas keterlambatan itu.
"Saya juga dirugikan dengan kejadian ini. Terakhir pembagian bonus itu Februari 2012. Saya ada 300 kwitansi lagi (atau senilai Rp 300 juta lebih) yang belum dicairkan. Kalau sama downline ada 400 kwitansi (sekitar Rp 400 juta)," paparnya.
Mulai saat itu, para investor mulai resah. Para investor dari berbagai daerah berduyun-duyun mendatangi kantor KLB di Perum Bukit Cikasungka, Solear, Kabupaten Tangerang setiap minggunya.
Saat itu, Komara masih menampakkan diri di hadapan para investor. Ia kerap berceramah untuk menenangkan para investor. Ia juga berjanji akan mengembalikan dana para investor.
Puncaknya, ketika KLB menjanjikan memberikan produk yang tersisa di gudang KLB, Komara menghilang.
"Dulu-dulu ada terus. Tapi sejak tanggal 2 Juni 2012 ini lah nggak ada. Mungkin di gudang lain, dia kan banyak gudangnya," pungkasnya.
(/)










































