"Memang dulu pernah ditahan karena dia pernah mengoperasi orang hingga tewas. Kasusnya dulu ditangani Polres Tangerang Kota," ujar Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Sutarman kepada detikcom, Senin (11/6/2012).
Sutarman mengatakan, Komara melakukan tindakan operasi tanpa dasar keahlian di bidangnya. "Dia bukan dokter, tapi semacam dukun begitu," imbuh Sutarman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namanya dulu Haji Jaya. Dia kena 4 tahun vonis penjara saat itu," kata Bambang.
Hanya saja, mengenai siapa korbannya dan bagaimana kesalahan tindakan operasi yang dilakukan Komara, Bambang tidak mengetahui secara detil.
"Itu kasus kan sudah lama. Korbannya saya nggak hafal. Yang jelas korbannya meninggal waktu dioperasi di tengkuknya," ujarnya.
Bambang mengatakan, Komara tidak memiliki keahlian dalam bidang kedokteran. Komara sendiri pernah menjadi Office Boy di salah satu rumah sakit di kawasan Tangerang.
"Mungkin karena dia pernah di rumah sakit, dia suka melihat bagaimana dokter mengobati pasien sehingga dia berani ambil tindakan itu," jelasnya.
Sebagian penduduk Bukit Cikasungka, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang awalnya mengenal Komara sebagai tukang urut. Beberapa di antaranya mengenal sosok Komara sebagai tabib yang sering memberi pengobatan herbal.
Komara mulai menjadi penduduk di Bukit Cikasungka sekitar tahun 2003. Ia awalnya menempati rumah kosong tak bertuan bersama istrinya Nurjanah dan 9 anaknya.
Di tempat itu, Komara berhasil meyakinkan masyarakat untuk ikut serta dalam investasi daging di PT Transindo Jaya Komara (TJK), perusahaan yang ia dirikan. PT TJK kemudian berganti nama menjadi Koperasi Langit Biru (KLB) yang juga menggalang dana dari masyarakat.
Sejak terbentuknya KLB sekitar tahun 2010 hingga saat ini, ia sudah mampu menggalang dana sekitar Rp 6 triliun dari 125 ribu nasabah yang datang dari berbagai pelosok tanah air.
(mei/ndr)











































