"Ada tiga hal yang harus kita waspadai, kalau soal melawan lima pasangan yang lain tidak terlalu berat. Tapi yang masalah itu 1,4 juta fiktif DPT. Kedua aparat birokrasi yang tidak netral. Sedangkan yang berpihak adalah pelanggaran pilkada paling berat. Ketiga, dari ICW, Rp 1,3 Triliun bantuan sosial yang ditumpahkan gubernur sekarang ini," kata Alex Noerdin.
Alex mengatakan itu dalam acara silahturahmi dengan DPD DKI di rumah ketua umum Golkar Aburizal Bakrie di Jl Ki Mangun Sarkoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (6/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kita lebih menyimak bahwa lima pasangan ini, setelah menerima DPT resmi akan menyisir. Kedua, mengamati masing-masing wilayah harus dengan bukti yang jelas. Dengan video atau dengan kamera ponsel. Kejadian dimana, kapan, dihadiri siapa, laporkan," pinta Alex.
Alex optimis dengan dijalankannya tiga hal tersebut maka ia dapat maju hingga putaran ke dua. Ia juga yakin bila permasalahan dalam pilkada dapat diselesaikan, maka ia dapat memenangkan Pilkada DKI Jakarta.
"Kalau tiga hal ini bisa di atasi, saya optimis masuk putaran ke dua. Saya tidak akan maju dengan pak Nono kalau tidak yakin menang. Mari kita bersatu, kalau ada gesekan, kita mengikuti pak ketua umum, kita pasti bisa mengatasi dan menang," ujar Gubernur Sumsel ini.
Sebelumnya, KPU Jakarta ramai dibicarakan karena 5 pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur menolak penetapan DPT. Hal ini dikarenakan 5 pasangan calon tersebut menduga adanya daftar pemilih fiktif. Hanya pasangan Foke-Nara yang tidak mempermasalahkan DPT.
(vid/mpr)











































