"Saya juga punya kepentingan DPT ini obyektif. Kalau saya maju, saya mau maju secara terhormat," tegas Foke.
Kepada wartawan yang mencegat di Istana Negara, Jakarta, Senin (4/6/2012), dia membenarkan tak menggugat DPT yang KPU DKI Jakarta umumkan. Merupakan hak pasangan kandidat lain menggugat jumlah calon pemilih dalam DPT yang disebut-sebut jauh berbeda dengan data e-KTP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berpendapat itu sih boleh-boleh saja, tapi buktikan sah atau tidak. Memangnya saya punya pikiran begitu sempit?" celetuk Foke.
Keberadaannya di Istana Negara kali ini untuk menghadiri peresmian keanggotaan baru Kompolnas. Sejumlah pejabat tinggi negara hadir dalam kesempatan sore ini.
Sebelumnya lima tim sukses pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur menolak penetapan daftar pemilih tetap (DPT) dalam rapat pleno KPU Provinsi DKI Jakarta. Alasannya, kelima tim sukses meyakini adanya DPT ganda dari jumlah 6.982.179 pemilih yang ditetapkan KPU DKI.
(lh/nwk)











































