"Pelakunya seorang satpam perumahan dan mahasiswa yang juga tetangga korban," tulis Humas Polda Metro Jaya dalam situsnya, Senin (4/6/2012).
Kasus pembunuhan ini berawal dari upaya Denish yang hendak melakukan hubungan badan dengan Reina. Sebelum malam kejadian, Denish bertemu dengan Romlih, yang sehari-hari bertugas sebagai satpam perumahan tersebut. Denish menceritakan keinginannnya untuk berhubungan intim dengan Reina.
Bukannya melarang, Romlih yang mendengarkan cerita Denish itu justru menyarankan Denish mendatangi Reina di rumah majikannya di Jl Perkici VII, Jurangmangu Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan.
"Romlih mengetahui majikan korban bekerja malam hari," jelasnya.
Mahasiswa semester 3 jurusan Seni universitas ternama di Jakarta ini langsung mengunjung Reina pada malam kejadian. Romlih yang bersekongkol dengan Denish menunggu di depan rumah majikan Reina untuk berjaga-jaga.
Dengan alasan bertamu, Denish mencoba merayu wanita asal Wonosobo, Jawa Tengah, itu. Tapi karena sudah tidak bisa menahan libidonya, Denish mencoba memperkosa Reina.
Reina berontak dan berteriak minta tolong. Dia mengancam mempolisikan Denish. Romlih yang mendengar teriakan Reina kemudian masuk ke dalam rumah. Romlih membantu Denish membungkam Reina yang melawan.
"Pelaku yang panik langsung menghabisi nyawa korban," kata Kapolsek Pondok Aren Kompol Parmono.
Setelah menghabisi nyawa Reina, keduanya kabur. Telepon seluler merek BlackBerry milik korban dibawa dan dibuang di semak-semak tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). Tak lama, polisi menangkap Romlih di Kampung Pondok Belimbing, Kel Jurangmangu Barat, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan. Dari penangkapan Romlih, polisi kemudian membekuk Denish. Dari tangan Denish, polisi menyita sebilah pisau.
"Dari keterangan keduanya, pisau yang digunakan untuk menghabisi nyawa Reina merupakan milik Denish. Mahasiswa yang juga tetangga korban itu rupanya sudah membawa pisau dari rumahnya," ungkapnya.
(gus/nrl)











































