Peristiwa ini di terjadi Minggu (3/6/2012) sekitar pukul 00.00 WIB, di kawasan kafe terbesar di Batam yang berada di pinggir laut. Setiap akhir pekan, kafe yang berdiri di kawasan lebih dari dua hektar ini memang paling banyak dikunjungi warga. Tidak hanya sekedar menyantap hidangan khas Batam, tapi juga sarana hiburan juga tersedia di sana.
Tapi malam mingguan kali ini, para pengelola kafe merasa rugi. Ini karena secara tiba-tiba pihak aparat kepolisian mendatangi area tersebut. Tanpa berbasa-basi, langsung saja aparat menangkap dua orang pria yang diduga sebagai pengedar narkoba.
Pengunjung sebenarnya tidak begitu panik saat dilakukan penangkapan dua orang tersebut. Tapi yang membuat pengunjung ketakutan, tiga dari petugas kepolisian, salah satunya sempat meletuskan senjata apinya.
Dor.dor.dor, suara letusan senjata api milik anggota kepolisian itu memecahkan kebisingan di kafe tersebut. Pengunjung pun menjadi panik. Mereka ada yang bertiarap. Sebagian lagi berhamburan meninggalkan lokasi kafe.
“Banyak pengunjung ketakutan. Mereka pada lari menyelamatkan diri masing-masing. Yang sialnya, pemilik karena jadi rugi,karena banyak pengunjung yang belum bayar,” kata Parla Dongoran salah satu satpam di sebuah kafe kepada detikcom.
Akibat dari aksi suara tembakan ke udara itu, akhirnya kafe menjadi sepi dengan sendirinya. Para pengunjung pun tidak ingin berlama-lama di lokasi itu.
“Sekarang kafe jadi sepi gara-gara suara letusan senjata itu. Padahal biasanya sampai pukul 02.00 WIB pun masih ramai,” kata Parla.
(fdn/fdn)











































