Parlemen Timor Leste Minta Kasus HAM Timtim Ditutup
Rabu, 18 Agu 2004 14:09 WIB
Jakarta - Semua partai politik di parlemen Timor Leste meminta Indonesia menutup kasus pelanggaran HAM Timtim. Mereka juga minta mantan Gubernur Timtim Abilio Soares yang diganjar 3 tahun penjara dibebaskan."Kami, semua partai yang ada di parlemen di Timor Leste sudah membuat petisi agar kasus ini segera ditutup dan kita melakukan rekonsiliasi dan kerjasama yang lebih baik. Dan kami juga minta Abilio Soares dibebaskan," kata Presiden Partai Nasionalis Timor (PNT) Abilio De Araujo.Hal itu disampaikan Abilio Araujo usai bertemu Abilio Soares di LP Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (18/8/2004). Kunjungan ke Cipinang, kata Araujo, merupakan bentuk solidaritas terhadap Soares yang dinilai tak bersalah dalam kasus Timtim. Araujo juga mempersoalkan mengapa hanya Soares yang dipenjarakan. "Saya tak bisa terima masalah ini. Saya mengatakan kalau memang dia ingin meneruskan masalah ini, saya akan bantu dan saya bersedia menjadi saksi di pengadilan internasional," kata Presiden PNT itu. Timor Leste, kata Arajuo, menginginkan rekonsialiasi dengan Indonesia. Mereka ingin melupakan masa lalu buruk bersama Indonesia. "Siapa yang bersalah, memang banyak opini. Apakah militer atau milisi . Tapi kami melihat lebih baik kita melakukan rekonsiliasi saja dengan melupakan masa lalu," tandasnya.Arujuo mengaku telah bersahabat dengan Soares selama 30 tahun sejak Timtim masih dijajah Portugis dan belum bergabung dengan Indonesia.
(iy/)











































