Pengamatan detikcom, Rabu (30/5/2012), untuk menuju lokasi proyek Hambalang memakan waktu sekitar 20 menit dari pintu tol Sentul. Proyek yang ditangani kontraktor Adhi Karya tersebut memiliki luas sekitar 32 hektar.
Jalanan menuju proyek Hambalang ini berliku, menanjak naik turun, dan retak-retak serta sempit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bangunan yang ambles antara lain Power House, tempat menyimpan genset listrik. Pondasi bangunan itu terlihat miring dan berantakan. Kondisi serupa juga dialami pondasi bangunan lapangan bulu tangkis. Kerusakan cukup parah.
Bagaimana solusi bangunan ambles tersebut? "Ada beberapa kemungkinan. Kemungkinan pertama, dibangun di lokasi itu dengan kontruksi baru atau kalau tidak bisa direlokasi di tempat lain, artinya membangun lagi, ada yang dikorbankan. Opsi ketiga, tidak dibangun sama sekali," kata kontraktor Adhi Karya, Heri.
"Tetapi yang jelas, kalau Power House atau tempat menyimpan genset harus dibangun karena itu sumber listriknya, kemungkinan besar akan direlokasi. Kita masih menunggu rekomendasi dari tim ahli," lanjut Heri.
Sementara itu, ada beberapa bangunan yang hampir jadi seperti 2 blok asrama putra, 1 blok asrama putri, pondasi lapangan sepak bola, gedung serba guna dan bangunan aquatic. Semua bangunan ini terletak di samping kiri bangunan yang ambles.
"Total bangunan yang diselesaikan 47 persen dari bangunan keseluruhan," kata Heri.
Pembangunan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga di Hambalang seluas 32 hektar itu menuai kontroversi. Isu korupsi menerpa pelaksanaan proyek senilai Rp 1,3 triliun tersebut.
KPK sudah memeriksa lebih 50 orang dalam kasus ini, misalnya saja Menpora Andi Mallarangeng. Andi diperiksa selama 10 jam dan menyangkal menerima duit Rp 20 miliar dari proyek itu. Istri Ketum PD Anas Urbaningrum, Athiyyah Laila, juga pernah diperiksa. Dugaan korupsi di proyek ini pertama kali "dinyanyikan" oleh Nazaruddin, mantan bendahara PD, yang juga sudah diperiksa.
(aan/nrl)











































