"Andaikata tetap tidak ketemu, kita siap menelitinya," kata Ketua penyelidik di KNKT untuk kasus Sukhoi, Mardjono Siswosuwarno, saat berbincang dengan detikcom, Rabu (23/5/2012).
Guru besar asal ITB ini mengakui jika FDR merupakan instrumen terpenting dari penyelidikan jatuhnya pesawat. Beragam informasi penting bisa didapatkan dari alat itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Tanpa FDR) kurang lengkap dan kurang akurat," jelas Mardjono.
Namun dia memastikan hal itu tidak akan mengurangi bobot penyelidikan. Tim nya akan berupaya keras menjawab misteri penyebab jatuhnya pesawat itu di Gunung Salak.
(mok/tor)










































