Mayat Bandi pertama kali ditemukan oleh Faisal (16) dan Imen (16) pada pukul 06.30 WIB, Sabtu (19/5/2012). Faisal melihat sesosok tubuh tersangkut di potongan pohon kelapa. Mereka pun langsung melaporkan penemuan mayat tersebut ke aparat pemerintahan di desa.
Kapolres Lampung Utara, AKBP Frans Sentoe, mengatakan jenazah sudah dibawa ke RSU Ryacudu untuk visum. Namun pihak keluarga menolak dan memilih langsung dimakamkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Frans, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada diri Bandi. Selain itu, tidak ditemukan alasan ada modus untuk membunuh Bandi.
"Pihak keluarga mengakui bahwa Bandi kerap pergi sendiri keluar rumah, padahal tidak diizinkan. Bandi dikenal sudah sangat tua dan sering pikun," katanya.
Saat ditemukan Jasad Bandi masih memakai pakaian lengkap, kemeja dan celana warna hitam, dan jaket warna merah.
Bandi yang merupakan warga Warga Dusun III Desa Karang Agung ini juga dikenal sebagai mantan ketua KONI Kabupaten Lampung Utara.
Frans menambahkan, polisi akan terus menyelidiki sebab kematian Bandi. Jika memang ada temuan dan bukti baru yang menjadi penyebab kematiannya, polisi akan menindaklanjuti.
Bandi sudah meninggalkan rumahnya di Jalan Pahlawan sejak Kamis, (17/5) lalu. Karena tidak pulang-pulang, pihak keluarga sempat melaporkan kehilangan Bandi ke Polres Lampung Utara. Bandi memang dikenal suka pergi dan menghilang. Kadang, ditemukan warga sudah berada di lokasi yang jauh dari rumahnya.
(mok/mok)










































