"Itu menimbulkan multitafsir. Dalam pandangan masyarakat, kalimat itu biasanya untuk orang meninggal. Kita akan minta klarifikasi, apa maksudnya memberikan kalimat Innalillahi," kata Ketua Fraksi PAN DPRD Riau, Bagus Santoso, saat dihubungi detikcom, Rabu (16/5/2012) di Pekanbaru.
Menurut Bagus, kalimat 'Innalillahi' di atas foto empat anggota dewan, bukanlah untuk bahan tertawaan. "Ini bukan lelucon," tegas Bagus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak simpatisan PAN yang bertanya. Mereka ada yang tanya, apa maksudnya, ada yang bertanya, apa memang sudah meninggal. Karena memang kalimat itu jelas menimbulkan berbagai penafsiran di tengah masyarakat," kata Bagus.
Kendati demikian, Fraksi PAN sendiri juga belum berniat melakukan somasi terhadap media tersebut.
"Kita lihat perkembangannya, apakah media bersedia memberikan klarifikasi kepada PAN atau tidak. Dan tentunya di media itu juga harus memberitakan permohonan maaf atas kesalahan tesebut. Masak rekan kita masih sehat bugar, dibilang sudah meninggal," kata Bagus.
Dari 55 foto, hanya empat foto yang bagian atasnya tertulis 'Innalillahi wainna ilaihi rojiun' dalam bahasa Arab. Pemimpin Umum Koran Riau Eddy Akhmad mengakui adanya salah cetak. Ia sudah menelepon keempatnya dan meminta maaf.
(cha/try)











































