Irene 'Kill Bill' Berlipstik Ikuti Rekonstruksi Penyerangan RSPAD

Irene 'Kill Bill' Berlipstik Ikuti Rekonstruksi Penyerangan RSPAD

Dhurandhara - detikNews
Rabu, 16 Mei 2012 12:45 WIB
Irene Kill Bill Berlipstik Ikuti Rekonstruksi Penyerangan RSPAD
Jakarta - Rekonstruksi kasus penyerangan di rumah duka RSPAD Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat, memancing perhatian para pengunjung rumah duka. Mereka ramai-ramai menonton rekonstruksi dari lantai 2 rumah duka. Di antara tersangka yang dikeler tampak Irene 'Kill Bill' yang tampil berbedak dan berlipstik.

Reka ulang dimulai pukul 11.20 WIB, Rabu (16/5/2012). Sebelum dimulai, sempat ada dua mobil pribadi milik pengunjung rumah duka diderek mobil polisi.

Dua mobil pengunjung ini dinilai mengganggu jalannya rekonstruksi karena parkir di depan rumah duka. Mobil Toyota Kijang dan Daihatsu Grand Max itu kemudian dipindahkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

10 Tersangka yang sudah menunggu di dalam mobil tahanan kemudian dibawa ke lokasi rumah duka RSPAD. Masing-masing tersangka dikalungi papan nama. Semua tersangka mengenakan baju tahanan Polres Jakarta Pusat berwarna biru.

Irene Sophia Tupessy 'Kill Bill' tampak didampingi Kanit PPA AKP Santika dan seorang Polwan lainnya. Irene tak lupa berdandan dengan mengenakan bedak dan lipstik tipis. Sementara tersangka lainnya, dikawal sejumlah anggota kepolisian yang membawa senjata laras panjang.

Sejumlah pengunjung menonton jalannya rekonstruksi dari atas. Pengunjung tidak bisa menonton rekonstruksi dari bawah karena lokasi sudah disterilkan polisi. Selain polisi Brimob dan reserse bersenjata laras panjang, beberapa anggota TNI juga tampak berjaga di lokasi.

Penyerangan di rumah duka RSPAD terjadi 23 Februari 2012 dinihari. Penyerangan itu berawal dari kasus utang piutang antara Mr X dan Mr Y. Mr Y menyuruh Edoward menagih utang kepada Mr X sebesar Rp 280 juta. Edo lantas menyuruh Irene Sophia Tupessy si 'Kill Bill' untuk mencari massa. Akibat penyerangan ini, 2 orang tewas dan 4 orang luka-luka. Dalam penyerangan itu, Irene dkk membawa aneka senjata tajam seperti pedang.

(gus/nrl)


Berita Terkait