"Dengan Presidential Threshold 20 persen pasangan capres akan ideal, tidak terlalu banyak dan juga minimal 3 pasang atau 4 pasang. Ini akan memberikan pilihan kepada rakyat untuk lebih mendalami pasangan capres,"kata sekretaris FPD DPR Saan Mustopa.
Hal ini disampaikan Saan kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (15/5/2012).
Pandangan senada disampaikan Wakil Ketua FPD DPR Sutan Bhatoegana. Menurut Sutan, pemangkasan Presidential Threshold hingga titik Parliamentary Threshold 3,5 persen rawan politik transaksi.
"Menurut kita 20 persen dengan koalisi gabungan, 5 calon presiden cukup. Terlalu banyak transaksional yang merugikan rakyat,"kata Sutan.
Dalam pandangan Sutan, sejumlah parpol mungkin menghendaki Presidential Threshold rendah. Antara lain untuk mencari dana menuju pilpres.
"5 capres berkualitas bagus daripada 10 cuma meramaikan saja. Presidential Threshold 20 persen berarti ada 3 partai mengusung sendiri ada dua partai berkoalisi, jadi barang tu. Kecuali itu nanti dibuka, partai menggadang orang lain kemudian cari dana, itu tidak baik,"tandasnya.
(van/trq)











































