Stop Isu Primordial di Pemilukada

Stop Isu Primordial di Pemilukada

jurnalparlemen.com - detikNews
Rabu, 09 Mei 2012 14:56 WIB
Jakarta -

Konsepsi politik 'menang jadi arang, kalah jadi abu' (tiada pemenang) tidak boleh terjadi di masa kini. Untuk itu, penciptaan konflik bermuatan sosial, agama dan ras atau primordialisme dalam pertarungan Pemilukada harus disudahi. ;

Imbauan itu disampaikan anggota Komisi III DPR Eva Kusuma Sundari terkait ajang ; Pemilukada di berbagai daerah yang kian menjurus masalah primordial. Dalam Pemilukada DKI Jakarta misalnya, pihak tertentu mengembuskan isu putra daerah versus pendatang. Kampanye hitam seperti ini berbahaya karena dampaknya luas. Apalagi selama ini masalah sentimen primordial seringkali gagal dituntaskan oleh masyarakat. Belum lagi, masih terdapat kelompok masyarakat yang tidak memajukan prinsip hak asasi manusia.

Eva mengimbau agar partai politik dan politisi segera menghentikan isu macam itu. "Imbauan ini tentu saja relevan dan valid untuk Pemilukada DKI Jakarta yang watak sosiologisnya multikultur," kata Eva Kusuma Sundari, Rabu (9/5).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belakangan konflik berlatarbelakang agama mulai marak di Jawa Tengah dan ditengarai berkaitan dengan Pemilukada DKI Jakarta. Serangan beruntun yang dilakukan kelompok ormas intoleran di Solo dan Yogya diperkirakan meluas ke daerah sekitarnya karena di sana banyak situs goa ziarah Katolik. Padahal selama ini situs tersebut terjaga karena warga sekitar tidak mempersoalkannya. Melihat modus serangan terhadap situs Goa Maria di Yogyakarta, Eva menduga, pelakunya adalah laskar kiriman dari luar daerah. ;

Skenario proyek destabilisasi dengan memperalat isu agama, kata Eva, selalu sukses. Sebab, aparat keamanan berkinerja lemah, tidak tegas, dan rentan terhadap intervensi politik. ;

Jika tak segera dihentikan, maka Eva membayangkan, "Kita akan jadi bangsa yang kalah karena pemilukada yang tidak menjunjung kebhinnekaan Indonesia."

(nwk/nwk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads