Rapat dengan DPP Golkar, Akankah Akbar Merestui Pencapresan Ical?

Rapat dengan DPP Golkar, Akankah Akbar Merestui Pencapresan Ical?

Ahmad Toriq - detikNews
Selasa, 08 Mei 2012 21:49 WIB
Rapat dengan DPP Golkar, Akankah Akbar Merestui Pencapresan Ical?
Jakarta - Salah satu agenda rapat Dewan Pertimbangan (Wantim) dan DPP Golkar adalah penyampaian pandangan Wantim mengenai wacana penetapan Aburizal Bakrie atau Ical sebagai capres Golkar. Ketua Wantim, Akbar Tandjung, masih belum memberikan sinyal dukungan bagi Ical. Pada pertemuan ini, akankah Akbar memberikan restunya?

Pantauan detikcom di Kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, pada Selasa (8/5/2012) pukul 21.30 WIB, Rapat Konsultasi dan Koordinasi Dewan Pertimbangan dan DPP Golkar masih berlangsung. Rapat ini digelar atas inisiatif DPP Golkar.

Sebelumnya Akbar sempat mengirimkan surat kepada Ical pada 25 April yang isinya memberi peringatan mengenai pencapresan. Kemudian direncanakan pertemuan antara Akbar dan Ical pada 27 April lalu. Namun pertemuan tersebut batal dilaksanakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akhirnya mereka bertemu pada forum antara Wantim dan DPP yang memang baru dilaksanakan kali ini. Dalam pertemuan ini akankah Akbar berkompromi dengan Ical?

"Diajak kompromi apa? Pokoknya kita semua berfikir dalam perspektif kepentingan partai dan pembangunan sistem. Politik itu kan membangun nilai, memperjuangkan gagasan, bukan hanya sekedar kekuasaan," kata Akbar sebelum rapat dimulai.

Akbar tampak belum setuju dengan wacana percepatan pencapresan Ical. Ia merasa perlu mendengar penjelasan dari Pengurus DPP Golkar. "Ya kita bicara dulu lah," ujarnya.

Alih-alih mendukung Ical, Akbar malah menyebut peluang Jusuf Kalla (JK) untuk diusung Golkar masih terbuka lebar. "Ya, memang Pak JK tokoh Golkar. Ya kita lihat, kalau memang sistemnya terbuka seperti yang kami usulkan maka Pak JK berpeluang, berpeluang besar," imbuhnya.

Pernyataan itu merupakan sikap Akbar sebelum rapat dimulai. Patut ditunggu apakah ada perubahan sikap usai rapat.

(tor/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini