"Secara keseluruhan setiap harinya ada 350 ribu orang menggunakan TransJ di seluruh koridor. 70 Ribu orang di jalur Blok M-Kota, dan 30 ribuan di jalur Warung Buncit-Kuningan. Data kami, pada 2011, hanya 22 persen penumpang yang dahulunya menggunakan kendaraan pribadi," terang Direktur BLU Transjakarta, M Akbar, saat dikonfirmasi, Jumat (4/5/2012).
Dahulu, di ruas-ruas yang dilintasi TransJ memang ada trayek angkutan umum yang dihapuskan. Mungkin saja, mereka itulah yang kini menggunakan TransJ. Sedang pengguna kendaraan pribadi masih belum bisa diraih banyak.
Pihak TransJ mengamini hal itu. Karenanya pihak TransJ akan terus melakukan perbaikan pelayanan guna mendapatkan penumpang yang menjadi sasaran utama, pengguna kendaraan pribadi di daerah sibuk seperti di daerah Sudirman atau Kuningan.
"Tujuan kita menyediakan angkutan yang baik agar penumpang menikmati pelayanan yang baik. Kita berharap pengguna mobil pribadi bisa pindah menggunakan angkutan umum, karena kalau berpindah bisa dibayangkan, terciptanya ruang yang lebih luas di jalan, kemudian menghemat penggunaan BBM, dan juga mengurangi polusi," terang Akbar.
Dia mengakui selama ini banyak keluhan soal TransJ yang masuk. Mulai dari berdesakan hingga penumpang yang menunggu lama kedatangan TransJ. Saat ini keterlambatan karena armada yang ada sekitar 500 unit, masih mesti mengantre saat pengisian BBG. Ini menjadi kendala penting.
"Ke depan, ada penambahan ratusan bus gandeng. Pengisian BBG juga akan ditambah, dan kita rencanakan, kedatangan TransJ tepat waktu, sekitar 1,5-2 menit. Upaya sterilisasi jalur juga terus kita lakukan," tutur Akbar.
(ndr/vit)











































