Inilah Agenda Komisi I DPR Selama di Berlin

Inilah Agenda Komisi I DPR Selama di Berlin

- detikNews
Sabtu, 28 Apr 2012 02:16 WIB
Inilah Agenda Komisi I DPR Selama di Berlin
Jakarta - Dalam kunjungan kerjanya ke Jerman Wakil Ketua Komisi I DPR Hayono Isman mengaku sudah melaksanakan semua tugas Komisi I DPR selama di Berlin, Jerman. Memang apa saja yang dilakukan mereka selama di Jerman?

"Kita melakukan tugas sesuai konstitusi. Kita rapat dengan Kemlu perwakilan di Jerman, kita rapat dari pagi hingga sore, termasuk rencana perpindahan KBRI ke Berlin," ujar Hayono mengawali penjelasannya.

Hal ini disampaikan Hayono kepada detikcom, Sabtu (28/4/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hayono mengatakan, Komisi I DPR telah menjalankan fungsi sebagai 'second track diplomacy' dimana DPR dan KBRI Jerman melakukan tugas-tugasnya dalam menjalin hubungan dengan unsur pemerintah dan parlemen Jerman.

"Hasilnya menjadwalkan PM Jerman Merkel ke Indonesia pada Juli 2012 untuk memberi kunjungan balasan presiden ke Jerman sebelumnya," ungkap politisi senior PD ini.

Selain itu, Komisi I juga bertemu dengan para anggota International Migrant Worker Union yang terdiri dari warga Indonesia yang bekerja di Belanda. Para pekerja tersebut banyak menghadapi masalah penipuan oleh agen perjalanannya sehingga dianggap pekerja ilegal di negeri kincir angin itu.

"Mereka mengundang Komisi I untuk menceritakan persoalan yang mereka hadapi, sehingga tidak ada jaminan kerja, tidak bisa menetapkan paspor dari pemerintah. Saya didampingi Dubes RI di Belanda, saya sampaikan agar segera disampiakan ke Kemekum HAM agar dirubah aturannya agar mendapat paspor yang legal. Mereka tidak bisa dikategorikan kriminal, mereka ingin mencari pekerjaan layak, menurut saya mereka berhak mendapat paspor," tutur anggota Dewan Pembina PD ini.

"Menurut saya kunjungannya sukses. Kunjungan ini tidak hanya akuntabel, anggaran tidak sia-sia untuk kepentingan rakyat," lanjutnya.

Komisi I juga melakukan fungsinya dibidang pertahanan. Komisi I membantu TNI AD untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan publik mengenai rencana pembelian Tank Leopard yang selama ini dinilai tidak cocok untuk di Indonesia. "Kita mengunjungi pabrik Leopard yakni KMW, sekaligus membawa pertayaan publik di Jakarta soal isu miring Tank Leopard, kita datang ke sana diberi presentasi oleh pabriknya," kata Hayono.

Bahkan menurut Hayono sejumlah anggota dewan sempat melakukan test drive Tank Leopard tersebut, Seperti Luthfi Hasan Ishaaq, Tri Tamtomo dan Venna Melinda.

Menurut Hayono, dengan anggaran yang disediakan sekitar US 270 juta, pemerintah hanya bisa membeli Tank Leopard sebanyak 44 unit di Jerman. Sementara di Belanda, dengan anggaran yang sama, pemerintah bisa membeli sekitar 80 unit Tank Leopard dengan kualitas sama.

"Maka dari itu kita membuka opsi pembelian dari Belanda, kita berharap parlemen Belanda yang belum menyetujui bisa menyetujui," imbuhnya.

"Jadi kunjungan ini ada value for money, ada bobot untuk kepeningan masyarakat," tutupnya.

(mpr/van)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads