"Era demokrasi sah-sah saja untuk menolak atau menerima, tapi yang saya prihatinkan kinerja kesekjenan yang tidak mengupload kunjungan tersebut di web DPR, sehingga dianggap tidak transparan," kata Marzuki kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (26/5/2012).
Menurut Marzuki, semestinya kunker ke lua negeri lebih transparan. Kesekjenan harus memastikan kunjungan ke luar negeri di upload ke website DPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marzuki menunggu laporan dari kontingen komisi I ke Jerman. Dia berharap ke depan kunker ke luar negeri lebih transparan.
"Ya, sudah saya ingatkan, aneh urusan begini saja tidak beres-beresnya di kesekjenan ini. Saya mau telusuri dulu dimana salahnya,"tandasnya.
Sebelumnya diberitakan kunjungan kerja Komisi I DPR RI ke Jerman mendapat kejutan dari mahasiswa Indonesia yang kuliah di sana. Cuaca kota Berlin yang dingin langsung berubah hangat setelah mahasiswa yang ikut dalam acara temu masyarakat di sana menyentil anggota dewan yang bertandang ke Berlin.
Suasana itu terekam dengan baik dalam video yang diupload di Youtube tanggal 25 April 2012. Lewat summary singkat video itu diinformasikan pertemuan terjadi tanggal 24 April 2012.
Video berjudul 'Aksi Protes PPI Berlin-Jerman Terhadap Komisi I DPR-RI' dibuka dengan gambar kedatangan anggota dewan di Airport Tegel-Berlin. Tertulis di subtitle video 'Beberapa membawa keluarga'.
Usai menyaksikan kedatangan, penonton langsung diajak menuju KBRI Berlin. Di awal acara temu masyarakat itu diperkenalkanlah masing-masing anggota Komisi I yang ikut oleh ketua rombongan Hayono Isman.
"Yang terhormat Nurhayati Assegaf, yang terhormat Zaki zulkarnaen, yang terhormat Tantowi Yahya, yang terhormat ibu Venna Melinda, dan yang terhormat Bapak Yorrys Raweyai, dan yang terhormat Nil Iskandar, yang terhormat Tritamtomo, Muchamad Ruslan. Itulah yang hadir pada kesempatan kali ini dalam rangka kunjungan kerja Komisi I DPR RI," tutur Hayono yang ditingkahi suara tepuk tangan peserta acara.
(van/mpr)











































