BBM Langka, Nelayan Blokir Jalur Kapal Tanker di Cilacap

BBM Langka, Nelayan Blokir Jalur Kapal Tanker di Cilacap

Arbi Anugrah - detikNews
Rabu, 25 Apr 2012 13:24 WIB
BBM Langka, Nelayan Blokir Jalur Kapal Tanker di Cilacap
Cilacap - Ribuan nelayan Cilacap Jawa Tengah akan berdemo BBM dengan memblokir jalur kapal tanker pengangkut minyak mentah di area 70 Pertamina pantai Karang Bolong yang akan bersandar ke dermaga Pertamina di Cilacap. Hal ini mereka lakukan setelah kelangkaan BBM solar untuk para kapal nelayan semakin berlarut-larut dan permintaan tambahan stok ke Pertamina hingga hari ini tidak ada respon.

Rencananya akan ada 70 kapal nelayan jenis 'compreng' yang ikut memblokir akses jalur kapal tanker yang akan menuju dermaga Cilacap.

"Saat ini ada 70 kapal nelayan yang menuju areal 70 pertamina untuk ikut bergabung memblokir jalur tanker," kata Ketua Rukun Nelayan Sentolo Kawat, Saimin dalam pesan singkatnya kepada wartawan Rabu (25/4/2012).

Dari pantauan detikcom pukul 11.30 WIB di area 70 pertamina pintu masuk ke dermaga pertamina Cilacap, pantai Karang Bolong sudah ada sekitar 8 kapal nelayan yang berjejer. Ini akan terus bertambah melihat sejumlah kapal nelayan terlihat berjalan menuju ke pintu masuk. Terlihat pula 3 kapal polisi laut di antara para kapal nelayan.

Dari informasi, ribuan nelayan Cilacap tersebut tidak bisa melaut karena stok solar yang diperuntukkan nelayan habis sejak Minggu (22/4). Padahal saat ini sedang berlangsung musim ikan.

Tidak adanya lagi pasokan BBM dari Pertamina, maka Stasiun Pengisian Bahan Bakar Banker (SPBB) ditutup dan mengancam setidaknya 33 ribu nelayan yang selama ini bergantung pada BBM.

Sementara saat ini puluhan kapal nelayan berukuran sedang maupun besar yang antre di sekitar SPBB Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap untuk membeli solar. Namun SPPB sudah disarungi kain kemudian ada tulisan solar habis karena pasokan BBM dari Pertamina untuk nelayan yang besarnya 728 kiloliter (kl) telah ludes terbeli.

"Pada April lalu, jatah BBM habis pada tanggal 25 April, sehingga untuk mencukupi kebutuhan hingga akhir bulan diambilkan jatah pada Mei. Sekarang keadaan yang sama terjadi lagi. Jatah sebanyak 728 kl telah habis pada 22 April lalu. Sehingga saat ini kami tidak lagi mendapat pasokan dari Pertamina," kata Ketua KUD Mino Saroyo Cilacap Untung Jayanto kepada wartawan.

(arb/trw)


Berita Terkait