Rencananya akan ada 70 kapal nelayan jenis 'compreng' yang ikut memblokir akses jalur kapal tanker yang akan menuju dermaga Cilacap.
"Saat ini ada 70 kapal nelayan yang menuju areal 70 pertamina untuk ikut bergabung memblokir jalur tanker," kata Ketua Rukun Nelayan Sentolo Kawat, Saimin dalam pesan singkatnya kepada wartawan Rabu (25/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari informasi, ribuan nelayan Cilacap tersebut tidak bisa melaut karena stok solar yang diperuntukkan nelayan habis sejak Minggu (22/4). Padahal saat ini sedang berlangsung musim ikan.
Tidak adanya lagi pasokan BBM dari Pertamina, maka Stasiun Pengisian Bahan Bakar Banker (SPBB) ditutup dan mengancam setidaknya 33 ribu nelayan yang selama ini bergantung pada BBM.
Sementara saat ini puluhan kapal nelayan berukuran sedang maupun besar yang antre di sekitar SPBB Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap untuk membeli solar. Namun SPPB sudah disarungi kain kemudian ada tulisan solar habis karena pasokan BBM dari Pertamina untuk nelayan yang besarnya 728 kiloliter (kl) telah ludes terbeli.
"Pada April lalu, jatah BBM habis pada tanggal 25 April, sehingga untuk mencukupi kebutuhan hingga akhir bulan diambilkan jatah pada Mei. Sekarang keadaan yang sama terjadi lagi. Jatah sebanyak 728 kl telah habis pada 22 April lalu. Sehingga saat ini kami tidak lagi mendapat pasokan dari Pertamina," kata Ketua KUD Mino Saroyo Cilacap Untung Jayanto kepada wartawan.
(arb/trw)











































