"Kondisi terkini Partai Golkar tidak bisa dijadikan alasan untuk memunaslubkan Pak Ical. Saya menolak ide Munaslub," tegas Agung dalam pesan singkat kepada detikcom, Rabu (25/4/2012).
Menurut Agung segala hal di Golkar diatur oleh AD/ART partai. Tak bisa sembarangan melempar isu yang bertentangan dengan AD/ART partai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi kalau kepentingannya menjegal langkah pencapresan Ical, menurut Agung, sangat tak memungkinkan digelar Munaslub. Bagaimanapun dukungan terhadap Ical di internal Golkar tak bisa dikecilkan.
"Jadi nggak bisa diadakan suatu Munas dengan alasan yang tidak jelas atau sembarangan saja apalagi atas dasar agenda menjegal ketua umum,"tegasnya.
Rencana Ical mempercepat Rapat Pimpinan Nasional Khusus (Rapimnasus) pencapresannya digugat forum DPD II Golkar se-Indonesia. DPD II Golkar mengancam menggulingkan Ical.
"Forum DPD II Golkar se-Indonesia menolak percepatan rapimnasus pencapresan Ical. Karena kita menilai ini kan pemaksaan. Kemudian selama dia memimpin partai Golkar, Partai Golkar sangat tertutup seolah adalah kerajaan. Seolah dia memimpin Golkar seperti memimpin perusahaan," kata Ketua Forum DPD II Golkar se-Indonesia, Muntasir Hamid, saat dihubungi wartawan, Selasa (24/4/2012).
Ketua DPD II Golkar Banda Aceh ini meminta Ical duduk bersama Akbar Tandjung. Kalau memaksakan nyapres buru-buru, Ical bisa dilucuti di Munaslub.
"Sebaiknya dia duduk dengan pinisepuh jangan membuat ribut. Contohlah partai lain. Kalau dipaksakan Ical nyapres ini bisa didorong Munaslub. Semua pengganti ada di ring 1 Ical," katanya.
(van/ega)











































