DPP Partai Golkar akan menggelar rapat pleno pada 27 April 2012 untuk membahas mekanisme pencapresan Rapimnasus. Ada beberapa kemungkinan yang bakal terjadi dari rapat yang akan mempertemukan Ketua Umum Aburizal Bakrie atau Ical dengan Dewan Penasehat Akbar Tandjung.
"Kemungkinan pertama, 'islah' politik. Seteru politik antara Ical dan Akbar terkait proses pencalonan Presiden akan berakhir dengan islah. Negosiasinya adalah bila Akbar diberi kewenangan untuk mengusulkan nama cawapres pendamping Ical dan sebagai ketua dewan penasihat mendapatkan porsi yang besar dalam menentukan kebijakan strategis partai jelang 2014 seperti penetapan daftar caleg dan nomor urut caleg," ujar analis politik dari Charta Politika Arya Fernandes kepada detikcom, Rabu (25/4/2012).
Arya mengatakan seteru antara Ical dan Akbar dapat dibaca dari sikap Ical yang menafikan keberadaan Dewan Penasehat dalam proses pencalonan, sehingga boleh jadi Akbar merasa tidak dilibatkan. Apa konsekuensinya bila terjadi islah ?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemungkinan kedua, lanjut Arya, pertarungan antara Ical dan Akbar plus JK akan menguat dan ketiganya ngotot bertarung di arena Rapimnassus. Pertarungan di Rapimnassus adalah pertarungan di level tata tertib pemilihan.
"Bila DPD II diberi kesempatan untuk memilih adalah petaka bagi Ical dan kecil kesempatan Ical untuk menang dalam pemungutan suara. Karena sejauh ini Ical belum sepenuhnya menguasai DPD II. DPD II masih dikuasai oleh Akbar Tandjung," ungkapnya.
Kemungkinan ketiga adalah diundurnya waktu Rapimnassus. Pengunduran waktu Rapimnassus memberikan kesempatan bagi setiap kandidat untuk memperkuat soliditas dukungan dan konsolidasi politik.
"Dengan pengunduran ini memberikan kesempatan bagi setiap kandidat untuk mengidentifikasi basis pendukung loyal dan pemetaan politik di tingkat elit," tutupnya.
Sebelumnya Wakil Ketum Golkar Fadel Muhammad mengatakan untuk mengakhiri ketegangan antara tokoh senior Golkar terkait pro kontra percepatan Rapat Pimpinan Nasional Khusus (Rapimnassus), Aburizal Bakrie dan Akbar Tandjung akan bertemu dalam rapat pleno tanggal 27 April. Pertemuan akan membahas polemik antar pengurus sekaligus menyinggung mekanisme Rapimnassus.
"Melihat polemik yang ramai diberitakan maka kami menggelar rapat pleno di Kantor DPP Golkar tanggal 27 April jam 15.00 WIB," kata Fadel Muhammad saat dihubungi detikcom, Senin (23/4)
(ega/vid)










































