"Wayang dan bentuk seni-budaya lainnya telah menjadi alat oleh Walisongo dan para pejuang kemerdekaan untuk menyampaikan pesan-pesan moral dan pesan-pesan perjuangan yang efektif kepada masyarakat, yang karenanya harus dilestarikan. Seni-budaya diharapkan terus memainkan perannya dalam membentuk warga Jakarta yang humanis," ujar Hidayat, sebagaimana siaran pers Hidayat+Didik Center, Jumat (20/4/2012).
Menurut Hidayat, berdasarkan data BPS yang ia ketahui bahwa peminat wayang telah terjadi peningkatan selama tahun 2010 yaitu sebesar 164.696 pengunjung dengan jumlah tiket pertunjukan wayang sebesar 288.582.750.
Pada tahun sebelumnya, 2009, jumlah pengunjung hanya 77.333 dengan tiket yang terjual 93.879.750.
Berdasarkan data tersebut, wayang dan bentuk seni dan budaya lainnya dapat menjadi ciri khas Jakarta sebagai kota internasional. Karena itu, Hidayat akan memperjuangkannya agar terus diberi tempat untuk berkembang menjadi instrumen sosial dalam menumbuhkan masyarakat yang berbudaya.
Pagelaran Ki Manteb nanti malam merupakan wujud dukungan kepada pasangan yang diusung PKS, Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini. Acara tersebut terbuka untuk umum.
"Dengan adanya dukungan dari Ki Mantep, kita ingin menunjukkan wajah pluralitas yang menyokong langkah kami," kata Hidayat.
Mantan Ketua MPR ini menjelaskan, pagelaran Wayang digelar timnya atas filosofi bersatunya kalangan santri dan abangan. Dalam masyarakat Jawa dikenal adanya pembagian kalangan santri dan kalangan abangan. Hidayat dan kelompoknya sendiri sering dikategorikan ke dalam kelompok santri.
Ki Manteb, menurut Hidayat, mempunyai pengikut dari kalangan pecinta wayang hingga 600 ribu orang.
"Para pecinta wayang ini mungkin yang sering disebut termasuk dalam kalangan abangan. Jadi dukungan bagi kami tidak hanya datang dari kelompok santri," kata Hidayat.
(nrl/nrl)











































