Rapat tersebut digelar di Istana Bogor, Senin (17/4/2012). Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) langsung memimpin rapat yang dihadiri oleh Wapres Boediono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Kepala BIN Marciano Norman, Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto, serta Kepala BNPB Syamsul Maarif dan Kepala BMKG Sri Woro Budiati Harijono.
Ini adalah kali kedua menteri PKS tak diundang dalam rapat. Dalam beberapa waktu sebelumnya, Menteri Pertanian asal PKS Suswono juga tak diundang dalam rapat pembahasan APBNP 2012.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin itu tidak membahas masalah korban, membahas teknisnya saja," kata Dipo saat dikonfirmsi detikcom, Selasa (17/4/2012).
Menurut Dipo, pembahasan dengan Kepala BMKG dan Kepala BNPB hanya membahas masalah teknis penyebab gempa dan alat pendeteksi tsunami. Tidak ada kaitan dengan penanganan korban.
"Korban meninggal juga kemarin itu bukan karena gempa, tapi lebih banyak serangan jantung," terangnya.
Dipo menegaskan, menteri-menteri asal PKS tetap diundang hadir dalam rapat. Seperti hari ini, ketiga menteri PKS yakni Menkominfo Tifatul Sembiring, Mensos Salim Segaf dan Mentan Suswono hadir dalam penyambutan PM Selandia Baru John Key. Selain itu, malam nanti juga ada rapat kabinet terbatas.
"Ada semua ini sekarang," tambah Dipo yang juga hadir dalam acara penyambutan.
(mad/nwk)











































