"Kita jangan terlalu terlena dengan isu dan paranoid. Apalagi ada isu itu rudal nuklir. Roket yang dimiliki Korut itu adalah peluru kendali balistik. Jadi nggak akan sampai ke kita," kata Wakil Ketua Komisi I DPR, Tubagus Hasanuddin, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/4/2012).
Menurut Tubagus, jarak roket yang memiliki peluru kendali balistik hanya menjangkau negara-negara sekitar Korut. Ia menampik jika dikatakan roket tersebut akan sampai ke Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Isu itu dibius-biuskan supaya kita memusuhi Korut. Tapi kita jangan terpengaruh, prinsip negara kita kan bebas aktif," jelasnya.
Sebelumnya, 3 maskapai penerbangan Asia mengubah jalur terbangnya guna menghindari roket Korea Utara yang dijadwalkan akan kembali diluncurkan antara 12 dan 16 April.
Philippine Airlines, Japan Airlines (JAL) dan Maskapai All Nippon (ANA) telah mengumumkan sejumlah perubahan rute yang kemungkinan bertabrakan dengan uji coba roket tersebut.
Korea Utara dilaporkan telah memindahkan roketnya ke tempat peluncuran dan mengizinkan wartawan untuk menyaksikannya. Korut bersikeras bahwa peluncuran roket itu untuk tujuan damai yaitu guna menempatkan satelit komunikasi ke orbit.
(tor/mok)










































