LP Lhokseumawe Ricuh, Kotak Suara Dirampas Napi

Pilkada Aceh

LP Lhokseumawe Ricuh, Kotak Suara Dirampas Napi

- detikNews
Senin, 09 Apr 2012 15:41 WIB
LP Lhokseumawe Ricuh, Kotak Suara Dirampas Napi
Aceh - Pilkada Aceh diwarnai keributan. Ratusan napi di LP Lhokseumawe menuntut agar mereka bisa memberikan suara dalam pemilihan walikota dan gubernur. Dua kotak suara di LP kelas II A tersebut dirampas napi.

Pantauan detikcom, Senin (9/4/2012), awalnya suasana pemungutan suara di LP Lhokseumawe berjalan adem ayem. Beberapa napi telah memasuki bilik suara di halaman LP, tepatnya di dekat pintu pagar II LP. Ada 96 napi yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT), namun hanya 56 yang mencoblos. Sedang sisanya telah bebas.

Sementara itu, ratusan napi sedang berada di lapangan olahraga di pagar III. Mereka berteriak-teriak ingin juga ikut pilkada. Mereka menaikkan 3 bendera Partai Aceh yang disangkutkan di atas pagar lapis kedua LP Lhokseumawe.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka lantas menerobos pengamanan dan mendekati lapangan tempat pemberian suara dilakukan. Napi berhasil merampas kotak suara. Baku hantam antara 3 petugas Linmas dengan puluhan napi tak terhindarkan. Personel Linmas berusaha merebut kembali kotak suara yang dirampas napi.

Berdasarkan data DPT dari Komisi Independen Pemilihan Kota Lhokseumawe, hanya 96 tahanan yang termasuk dalam DPT di LP Lhokseumawe. Sesuai UU, napi yang divonis di atas 5 tahun tidak bisa memilih. Rata-rata napi di LP Lhokseumawe ini divonis 5 tahun ke atas dan juga bukan penduduk Lhokseumawe. Napi antara lain berasal dari Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Timur.

Saat ini puluhan aparat keamanan yang terdiri dari Brimob BKU Nusantara beserta personel dari Polres Lhokseumawe berjaga-jaga. Bahkan personel keamanan terus masuk ke ring I LP tersebut. Namun hingga kini, petugas keamanan belum ada yang bisa masuk ke ring II LP. Mereka masih menunggu hasil musyawarah antara pimpinan LP dan polisi untuk mencari provokator rusuh. Saat ini, ada satu napi yang sedang dimintai keterangan atas kerusuhan tersebut.


(nik/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads