Pantauan detikcom, Senin (9/4/2012), awalnya suasana pemungutan suara di LP Lhokseumawe berjalan adem ayem. Beberapa napi telah memasuki bilik suara di halaman LP, tepatnya di dekat pintu pagar II LP. Ada 96 napi yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT), namun hanya 56 yang mencoblos. Sedang sisanya telah bebas.
Sementara itu, ratusan napi sedang berada di lapangan olahraga di pagar III. Mereka berteriak-teriak ingin juga ikut pilkada. Mereka menaikkan 3 bendera Partai Aceh yang disangkutkan di atas pagar lapis kedua LP Lhokseumawe.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data DPT dari Komisi Independen Pemilihan Kota Lhokseumawe, hanya 96 tahanan yang termasuk dalam DPT di LP Lhokseumawe. Sesuai UU, napi yang divonis di atas 5 tahun tidak bisa memilih. Rata-rata napi di LP Lhokseumawe ini divonis 5 tahun ke atas dan juga bukan penduduk Lhokseumawe. Napi antara lain berasal dari Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Timur.
Saat ini puluhan aparat keamanan yang terdiri dari Brimob BKU Nusantara beserta personel dari Polres Lhokseumawe berjaga-jaga. Bahkan personel keamanan terus masuk ke ring I LP tersebut. Namun hingga kini, petugas keamanan belum ada yang bisa masuk ke ring II LP. Mereka masih menunggu hasil musyawarah antara pimpinan LP dan polisi untuk mencari provokator rusuh. Saat ini, ada satu napi yang sedang dimintai keterangan atas kerusuhan tersebut.
(nik/nrl)











































