Koper Misterius di Jl Sudirman Berisi Baju, Pegawai Kantoran Bersorak

Koper Misterius di Jl Sudirman Berisi Baju, Pegawai Kantoran Bersorak

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Kamis, 05 Apr 2012 14:27 WIB
Koper Misterius di Jl Sudirman Berisi Baju, Pegawai Kantoran Bersorak
Jakarta - Setelah diselidiki, koper misterius di gedung perkantoran Kyoei Prince, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, rupanya berisi tumpukan baju. Pegawai kantoran yang menonton bersorak.

Pengamatan detikcom, Kamis (5/4/2012), tim Gegana awalnya mengidentifikasi koper hitam beroda yang biasa dipakai bepergian jauh yang tergeletak di parkiran.

Namun, tim Gegana tidak menemukan barang yang mencurigakan yang diduga bom.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petugas Gegana itu akhirnya melepaskan baju 'antibom' dan hanya mengenakan sarung tangan karet dan rompi. Ia berniat membuka isi koper.

Tiba-tiba datang seorang pria yang tergesa-gesa menghampiri petugas Gegana. "Maaf Pak, itu tas saya yang tertinggal," kata Yohanes yang mengaku sebagai pemilik koper misterius itu.

Tim Gegana lantas bertanya balik ke Yohanes. "Memang ini tas Bapak," ujar petugas Gegana.

"Iya tas saya," jawab Yohanes.

Yohanes lalu menceritakan peristiwa tersebut. Ia mengaku hendak berangkat ke luar kota sekitar pukul 11.00 WIB.

Namun, Yohanes sebelumnya hendak memindahkan barang-barang milik kantor yang ada di mobil Pajero berpelat B 15706 UJD ke mobil pribadinya, Altis hitam B 1507 PAD.

"Saat itu, saya sedang memasukkan barang ke bagasi. Saya pikir sopir saya sudah memasukkan tas saya ke mobil," ujar Yohanes.

"Begitu saya mau kembali ke mobil pribadi, banyak orang berkumpul dan saya lihat itu tas saya yang tertinggal," lanjut dia.

Yohanes dan polisi kemudian membuka koper tersebut. Ternyata benar, koper berisi pakaian, parfum dan tas kecil. Yohanes lantas dibawa ke Polsek Tanah Abang untuk dimintai keterangan.

Seratusan pegawai perkantoran yang menonton pun bersorak lega. "Kirain bom, bikin panik saja," celetuk seorang karyawan.

Penemuan pakaian itu juga menjadi bahan candaan. "Awas meledak, duaar...," kelakar para karyawan sambil tertawa cekikikan.

(aan/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini