Cegah Narkoba di Penjara, Kesejahteraan & Mental Sipir Harus Dibetulkan

Cegah Narkoba di Penjara, Kesejahteraan & Mental Sipir Harus Dibetulkan

Indra Subagja - detikNews
Selasa, 03 Apr 2012 18:24 WIB
Cegah Narkoba di Penjara, Kesejahteraan & Mental Sipir Harus Dibetulkan
Jakarta - Membekuk pengedar narkoba di penjara kini sudah menjadi tugas rutin Badan Narkotika Nasional (BNN). Di rumah yang seharusnya narapidana dibina menjadi lebih baik justru kerap menjadi sarang barang haram bernama narkoba.

Berkali-kali baik BNN maupun kepolisian melakukan penangkapan di rutan. Bukankah di sana ada petugas dan sipir penjara? Apakah mereka tidak bisa membendungnya?

"Ini kembali ke mindset. Mesti ada kesejahteraan dan mental para petugas yang dibenahi," jelas Guru Besar Kriminologi UI Adrianus Meliala saat dikonfirmasi, Selasa (3/4/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adrianus menjelaskan, selama ini biasanya para pengedar di penjara menjadi ladang sumber dana bagi sipir nakal. Bukan rahasia umum terjadi hubungan simbiosis mutualisme.

"Jadi bagi petugas rendahan, bergaul dengan pecandu kaya atau pengedar, ini pasti akan dihormati. Karena dekat dengan sumber dana," jelasnya.

Lagi-lagi soal kesejahteraan menjadi biang kerok. Adrianus menjelaskan, hubungan antara praktek gelap di penjara antara bandar dan sipir, bisa dilibas kembali kepada para petugas itu. Jadi, solusinya memberantas bandar narkoba tidak bisa hanya dengan dari luar, dari dalam kepada petugas harus dibenahi.

"Saya katakan kepada mereka para petugas Lapas, kalau dalam Rutan ada narkoba itu ya salah mereka. Untuk mencegah narkoba, Anda harus berbuat sekeras-kerasnya, kan aneh narkoba bisa keluar masuk penjara dengan mudah," tutur Adrianus.

(ndr/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini