Bhatoegana Akan Mengadu ke SBY Soal Sikap PKS

Bhatoegana Akan Mengadu ke SBY Soal Sikap PKS

- detikNews
Sabtu, 31 Mar 2012 16:14 WIB
Bhatoegana Akan Mengadu ke SBY Soal Sikap PKS
Jakarta - Sekretaris Fraksi Partai Demokrat (FPD) Sutan Bhatoegana masih merasa tak habis pikir dengan sikap PKS dalam paripurna DPR soal BBM. PKS bersikap berbeda dengan kolega koalisinya. Bhatoegana pun berniat mengadukan sikap PKS itu ke SBY.

"Saya akan sampaikan ke Ketua Setgab Koalisi Pak SBY," kata Bhatoegana saat dikonfirmasi, Sabtu (31/3/2012).

Bhatoegana berharap ada sanksi yang diberikan. Bukan tanpa alasan, PKS memiliki jatah 3 kursi menteri di kabinet. Selaku koalisi tentu harus seiring sejalan. Perbedaan cukup di dalam rapat Setgab.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita repot, mestinya bisa kan setuju dengan catatan, jangan mereka menolak. Anggota Setgab itu kritis boleh, tapi ketika kebijakan membutuhkan ya diberikan," imbuhnya.

Apalagi, lanjut Bhatoegana, PKS bersama-sama Demokrat bahu membahu memenangkan SBY pada 2009 lalu. Tentu sudah sepantasnya berjuang bersama mengusung hingga tahun 2014.

"Kalau dukungan sampai selesai 2014. Kalau di dalam koalisi ya harus mendukung," terangnya.

Sebelumnya, Juru bicara PKS Mardani Ali Sera mengaku partainya nyaman dengan pilihan opsi 1 dalam paripurna BBM. PKS memilih berjuang bersama rakyat.

"Suara rakyat adalah amanah untuk PKS. Terlalu lama kita diajak untuk tidak jujur pada rakyat," tegas Mardani saat dikonfirmasi.

Rapat paripurna pembahasan usulan pemerintah menaikan harga BBM yang berlangsung maraton sejak Jumat (30/3/2012) siang akhirnya dilakukan dengan voting. Hasil voting tersebut 356 anggota DPR menyetujui opsi kedua, yaitu menerima penambahan pasal 7 ayat 6a yang isinya adalah memperbolehkan pemerintah mengubah harga BBM jika harga minyak mentah (Indonesia Crude Price/ICP) mengalami kenaikan atau penurunan rata-rata 15% dalam waktu 6 bulan.

Opsi ini dipilih partai-partai koalisi, yaitu Partai Demokrat, Partai Golkar, PPP, PAN, dan PKB.

Sementara 82 anggota DPR menyetujui opsi pertama, yaitu tidak ada perubahan apa pun dalam pasal 7 ayat 6 UU APBN 2012 yang isinya tidak memperbolehkan pemerintah menaikkan harga BBM pada tahun ini.

Opsi ini dipilih PDIP, Hanura,dan Gerindra. PDIP dan Hanura melakukan aksi walk out ketika voting sedang berlangsung. Mengejutkan, PKS yang merupakan mitra koalisi dengan tegas menyatakan memilih opsi ini.

(ndr/aan)


Berita Terkait