Pantauan detikcom di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (30/3/2012) pukul 08.30 WIB, manusia lumpur itu membuat sendiri kubangan lumpurnya. Mereka menuangkan air di tanah di pinggir jalan, lalu mengaduk-aduk dengan tangannya. Massa yang melakukan teatrikal itu berasal dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Bandung.
Massa tak hanya melumuri badannya dengan lumpur, tetapi juga wajah dan rambutnya. Mereka mengenakan ikat kepala khas Sunda dan mengenakan slayer GMNI. Ada dari mereka yang menutupi wajah dengan plastik hitam yang diberi lubang di mata dan di mulut.
Mereka berjalan merayap dan bergulung-gulung, kemudian tidur di satu jalur Jalan Gatot Subroto untuk menggambarkan penderitaan mereka sebagai rakyat miskin. "Kalian ingin kami semua mati, seperti cara ini dengan merayap dan menyiksa rakyat," kata pendemo sambil beraksi.
Dalam aksinya mereka juga meneriakkan makian kepada pemerintah. Setelah itu massa memanjat pagar DPR. Mereka tidak berniat masuk ke halaman DPR, dan hanya sekadar bergelantungan di pagar sebagai bagian dari taterikal.
Aksi mereka mendapat perhatian dari pengguna Jalan Gatot Subroto yang mengarah ke arah Slipi. Karena dari 3 jalur yang ada, 1 jalur dipakai pendemo, maka lalu lintas padat merayap.
(vit/ndr)











































