Pemerintah Irak Beri Amnesti Bagi Kriminal Rendah
Minggu, 08 Agu 2004 05:45 WIB
Jakarta -
Perdana Menteri sementara Irak, Iyad Allawi akan memberikan ampunan kepada kriminal rendahan agar bisa kembali ke masyarakat. Kebijakan amnesti ini akan membuat ribuan orang yang bersimpati kepada kelompok perlawanan.Amnesti itu akan mencakup mereka yang dianggap terlibat dalam tindakan penyerangan yang menggunakan senjata ringan, atau peledak dan mereka yang pernah membantu kelompok perlawanan pendudukan.Kebijakan ini muncul bersamaan dengan pertempuran antara tentara Amerika Serikat dan kelompok perlawanan Syi'ah di Najaf. Pemerintah sementara juga memerintahkan penutupan kantor stasiun TV Al-Jazeera di Baghdad selama empat minggu.Perdana Menteri Allawi menuding stasiun TV itu menyulut kebencian dan ketegangan antar ras di Irak. Namun editor kepala stasiun Al-Jazeera, Ahmad Sheikh seperti yang dikutip BBC mengatakan, pemerintah Irak sebelumnya justru menekan mereka ke dalam posisi yang bertentangan dengan kebijakan redaksional selama ini.Hari Sabtu sore, polisi Irak merangsek masuk stasiun TV tersebut. Mereka terlihat bertengkar dengan beberapa pegawai Al-Jazeera sebelum akhirnya polisi mengusir seluruh isi kantor tersebut.
(mar/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































