Meski Tolak Kenaikan BBM, PKS Akan Bertahan di Koalisi

Meski Tolak Kenaikan BBM, PKS Akan Bertahan di Koalisi

- detikNews
Rabu, 28 Mar 2012 15:45 WIB
Jakarta - Penolakan PKS terhadap rencana kenaikan BBM bertentangan dengan kesepakatan Setgab Koalisi. Meski tidak mendukung kebijakan pemeritah, namun PKS ingin tetap menjadi bagian koalisi pendukung pemerintahan SBY-Boediono.

Takut kehilangan menteri?

Wakil Sekretaris Fraksi PKS, Abdul Hakim, menyatakan PKS masih akan bertahan di koalisi. Alasannya demi menghormati kontrak koalisi agar tetap bersama hingga 2014.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sampai saat ini masih tetap dalam koalisi, kontrak kami sampai 2014 dan sampai saat ini kebijakan itu akan terus," kata Abdul di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (28/3/2012).

Abdul menolak jika disebut alasan PKS tetap ingin bertahan karena takut kehilangan jatah menteri. Menurutnya, pembahasan tentang jatah menteri masih terlalu jauh untuk dibicarakan.

"Terlalu dini saya kira, dilihat saja prosesnya masing-masing fraksi akan mengkonsolidasi ini," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Presiden PKS, Luthfi Hasan, sudah mengisyaratkan siap keluar dari koalisi Setgab jika pemerintah jadi menaikkan harga BBM. Namun, hal tersebut dibantah oleh Abdul. Ia mengatakan bahwa keputusan majelis Syuro PKS di Mukernas Medan memutuskan untuk tetap bertahan di koalisi Setgab.

"Keputusan Majelis Syuro yang ini terakhir di Mukernas Medan masih tetap dalam koalisi. Sidang Mukernas itu tidak membicarakan kemungkinan keluar dari koalisi," ujarnya.

(mpr/lh)


Berita Terkait