Pantauan detikcom, Selasa (27/3/2012), sekitar 200 mahasiswa bertahan di bawah rel kereta api dekat Stasiun Gambir. Mereka terus melempari polisi yang berjarak sekitar 50 meter dengan batu dan botol. Sementara sekitar 300 aparat kepolisian berseragam lengkap dengan helm, tameng dan tongkat pemukul bertahan dekat Taman Monas.
Dua kendaraan water cannon menyemprotkan air ke kerumunan mahasiswa. Polisi juga menembakkan gas air mata beberapa kali. Hujan rintik-rintik tak menyurutkan bentrokan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, salah satu peserta aksi menyebut bahwa kelompoknya membawa tinja. Kotoran itu akan dikeluarkan dari "persembunyian" bila polisi bertindak represif.
(rmd/nrl)











































