Sidang dibuka oleh Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso, pada pukul 10.15 WIB. "Agenda sidang kali ini tunggal yaitu membahas hasil Komisi II mengenai fit and proper test anggota KPU dan Bawaslu," ujar Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/3/2012).
Namun kemudian anggota Dewan mulai menghujani rapat dengan berbagai interupsi. Interupsi dimulai oleh Arya Bima dari Fraksi PDIP. "Keputusan pengambilan opsi RAPBN-P terdapat 2 opsi, yang pertama opsi menaikkan harga BBM dan yang kedua tidak menaikkan BBM. Kemarin (pada rapat Banggar) ada kecenderungan pengambilan keputusan di dalam Banggar itu tidak sah karena mengacu pada tatib UU MD3 seharusnya dibawa ke paripurna," kata Arya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berusaha menengahi, Gandung dari Fraksi Golkar langsung mengajukan interupsi juga. "Rapat hari ini agendanya adalah pembahasan tentang KPU, jadi kepada pimpinan saya mohon agenda dikembalikan ke rencana semula," pinta Gandung.
Menanggapi berbagai hujan interupsi, Priyo berusaha menenangkan dan mengembalikan rapat ke agenda semula. "Jadi seperti yang saya jelaskan tadi, sudah diketok hanya agenda tunggal pembahasan KPU. Lagipula belum ada laporan dari Banggar mengenai hasil rapat kemarin. Jadi saya mohon kembali ke rencana awal dan stop interupsi," imbau Priyo.
Namun ucapan Priyo tidak digubris. Sejumlah anggota Dewan masih saja berkukuh untuk mengajukan interupsi. Hingga pukul 11.00 WIB rapat paripurna yang dihadiri oleh 300 anggota DPR masih terus berlangsung.
Seperti diketahui, rapat antara Banggar dengan pemerintah diwarnai aksi walk out oleh Gerindra dan Hanura pada Senin (26/3) kemarin. Alasannya rapat tersebut hanya mau membahas opsi 1 yang pilihannya menaikkan harga BBM.
(sdf/nvt)











































